.:: Website Resmi | Pengadilan Negeri Serui ::.

NEWS UPDATE

Prosedur Pengaduan

PROSEDUR PENGADUAN DUGAAN PELANGGARAN
YANG DILAKUKAN OLEH HAKIM DAN PEGAWAI PENGADILAN NEGERI SERUI

Dalam melaksanakan kegiatan pelayanan publik, Pengadilan Negeri Serui  terkadang tidak selalu dapat memenuhi harapan masyarakat, khususnya para pencari keadilan. Bila hal ini terjadi, akan berdampak pada ketidakpuasan dan keluhan dari masyarakat dan para pencari keadilan. Untuk itu, segala bentuk Keluhan dan pengaduan dapat diajukan langsung ke Pengadilan Negeri Serui. Ada beberapa prosedur, syarat, dan ketentuan yang harus dipatuhi untuk dapat mengirimkan keluhan dan pengaduan di ruang lingkup Pengadilan Negeri Serui

Cara Menyampaikan Pengaduan ke Pengadilan Negeri Serui

  • Secara Lisan

             Masyarakat dapat datang langsung ke Meja Informasi di kantor Pengadilan Negeri Serui  yang bertempat di Jl. Sumatera No. 1 Serui (Papua) dan menyampaikan pengaduan.

  • Secara Tertulis

             Menyampaikan surat resmi yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri Serui, dengan cara diantar langsung.

Pengaduan secara tertulis wajib dilengkapi foto copy identitas dan dokumen pendukung lainnya seperti dokumen yang berkaitan dengan pengaduan yang akan disampaikan.

  • Secara Online
  1. Mengirimkan soft copy surat resmi yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri Serui, dilengkapi dengan foto copy identitas serta soft copy dokumen pendukung lainnya, dikirim ke alamat email:pn.serui@yahoo.co.id

 Penerimaan Pengaduan oleh Pengadilan Negeri Serui

  1. Pengadilan Negeri Serui akan menerima setiap pengaduan yang diajukan oleh masyarakat baik secara lisan, tertulis, maupun secara online.
  2. Pengadilan Negeri Serui akan memberikan penjelasan mengenai kebijakan dan prosedur penyelesaian pengaduan pada saat masyarakat mengajukan pengaduan.
  3. Pengadilan Negeri Serui akan memberikan tanda terima, jika pengaduan diajukan secara tertulis.
  4. Pengadilan Negeri Serui hanya akan menindaklanjuti pengaduan yang mencantumkan identitas lengkap pelapor.

Syarat dan Tata Cara Penyampaian Pengaduan

  1. Disampaikan secara Tertulis
    • Pengaduan hanya dapat diterima dan ditangani oleh Mahkamah Agung, Pengadilan Tingkat Banding dan Pengadilan Tingkat Pertama apabila disampaikan secara tertulis oleh Pelapor;
    • Pelapor dianjurkan untuk menggunakan formulir khusus untuk menyampaikan pengaduannya, baik dalam bentuk cetak maupun elektronik. Meskipun demikian, pengaduan yang tidak menggunakan formulir khusus tersebut tetap akan diterima dan ditindaklanjuti;
    • Dalam hal Pelapor memiliki kesulitan untuk membaca dan menulis, Petugas di Mahkamah Agung atau Pengadilan akan membantu menuangkan pengaduan yang ingin disampaikan Pelapor secara tertulis dalam formulir khusus pengaduan;
  2. Menyebutkan Informasi yang Jelas
    • Untuk mempermudah penanganan dan tindak lanjut terhadap pengaduan yang disampaikan, Pelapor diharapkan dapat menyebutkan secara jelas informasi mengenai:
      • Identitas Aparat yang dilaporkan, termasuk jabatan, serta satuan kerja atau pengadilan tempat Terlapor bertugas;
      • Perbuatan yang dilaporkan;
      • Nomor perkara, apabila perbuatan yang diadukan berkaitan dengan pemeriksaan suatu perkara;
      • Menyertakan bukti atau keterangan yang dapat mendukung pengaduan yang disampaikan. Bukti atau keterangan ini termasuk nama, alamat dan nomor kontak pihak lain yang dapat dimintai keterangan lebih lanjut untuk memperkuat pengaduan Pelapor.
    • Pelapor sedapat mungkin diharuskan untuk mencantumkan identitasnya. Namun demikian selama informasi dalam pengaduan yang disampaikan benar dan memiliki dasar yang kuat, pengaduan yang tidak mencantumkan identitas akan tetap ditindaklanjuti
  3. Tata Cara Pengiriman
    1. Pengaduan ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri Serui
    2. Apabila pengaduan dikirimkan melalui pos dalam amplop tertutup, maka harus disebutkan secara jelas bahwa isi amplop tersebut adalah pengaduan dengan menuliskan kata "PENGADUAN pada Pengadilan Negeri Seruir" pada bagian kiri atas muka amplop tersebut.

HAK-HAK PELAPOR DAN TERLAPOR
BERDASARKAN SURAT KEPUTUSAN MAHKAMAH AGUNG RI NO. 076/KMA/SK/VI/2009

Pelapor adalah individu atau kelompok atau instansi yang menyampaikan pengaduan kepada Lembaga Peradilan.
Terlapor adalah aparat atau unit kerja pada Lembaga Pengadilan yang diduga melakukan penyalahgunaan wewenang, penyimpangan, atau pelanggaran perilaku.

Hak Pelapor:

  • Mendapatkan perlindungan kerahasiaan identitasnya.
  • Mendapatkan kesempatan untuk dapat memberikan keterangan secara bebas tanpa paksaan dari pihak manapun.
  • Mendapatkan informasi mengenai tahapan laporan pengaduan yang didaftarkannya.
  • Mendapatkan perlakuan yang sama dan setara dengan Terlapor dalam pemeriksaan.

Hak Terlapor:

  • Membuktikan bahwa dia tidak bersalah dengan mengajukan saksi dan alat bukti yang lain
  • Meminta Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dirinya

Hak Mahkamah Agung dan Badan Peradilan:

  • Merahasiakan kesimpulan dan rekomendasi Laporan Hasil Pemeriksaan kepada pihak Terlapor, Pelapor, dan pihak-pihak lain selain kepada Pejabat yang berwenang mengambil keputusan;
  • Menentukan jangka waktu yang memadai untuk menangani suatu pengaduan berdasarkan tingkat kesulitan penanganan dalam hal jangka waktu yang ditetapkan;

Untuk Informasi dan Pengaduan yang ditujukan langsung ke Mahkamah Agung, Anda dapat mengunjungi Sistem Online Layanan Informasi dan Layanan Pengaduan Mahkamah Agung Republik Indonesia, silahkan klik disini.